Do`a Pesakitan

30 Aug

 

GUSTI,

seperti kapan saja

kami para hamba

tak berada di mana-mana

melainkan di hadapan Mu jua

ini sangat sederhana

tetapi kami sering lupa

sebab mengalahkan musuh-musuh Mu

yang kecil saja, kami tak kuasa

GUSTI,

inilah tawanan Mu

tak berani menengadahkan muka

mripat kami yang terbuka

telah lama menjadi buta

sebab menyia-nyiakan dirinya

dengan hanya menatap hal-hal maya

GUSTI,

cinta kami kepada Mu tak terperi

namun itu tak diketahui

oleh diri kami sendiri

maka tolong ajarilah kami

agar sanggup mengajari diri sendiri

menyebut nama Mu seribu kali sehari

karena meski hanya sehuruf saja dari Mu

takkan tertandingi

GUSTI,

kami berkumpul disini

untuk mengukur keterbatasan kami

melontarkan beratus beribu kata

seperti buih-buih

melayang-layang di udara

diisap kembali oleh Maha Telinga

sehingga tinggal jiwa kami termangu

menunggu ishlah dari Mu

agar jadi bening dan tahu malu

GUSTI,

kami pasrah sepasrah-pasrahnya

kami telanjang setelanjang-telanjangnya

kami syukuri apapun

sebab rahasia Mu agung

tak ada apa-apa yang penting

dalam hidup yang cuma sejenak ini

kecuali berlomba lari

untuk melihat telapak kaki siapa

yang paling dulu menginjak

halaman rumah Mu

GUSTI,

lihatlah

mulut kami fasih

otak kami secerdik setan

jiwa kami luwes

bersujud bagai para malaikat Mu

namun saksikan

adakah hidup kami mampu begitu ?

langkah kami yang mantap dan dungu

hasil-hasil kerja kami yang gagah dan semu

arah mata kami yang bingung dan tertipu

akan sanggupkah melunasi hutang kami

kepada kasih cinta penciptaan Mu ?

GUSTI,

masa depan kami sendiri kami bakar

namun Engkau betapa amat sabar

peradaban kami semakin hina

namun betapa Engkau bijaksana

kelakuan kami semakin nakal

namun kebesaran Mu maha kekal

nafsu kami semakin rakus

tapi betapa rahmat Mu tak putus-putus

kemanusiaan kami semakin dangkal

sehingga Engkau menjadi terlampau mahal

GUSTI,

kamilah pesakitan

di penjara yang kami bangun sendiri

kamilah narapidana

yang tak berwajah lagi

kaki dan tangan ini

kami ikat sendiri

maka hukumlah dan ampuni kami

dan jangan biarkan terlalu lama menanti

EMHA AINUN NADJIB – 1981

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: